0 comments

Biografi Mooryati Soedibyo - Pengusaha Sukses Jamu Beras kencur

Siapa sih yang tidak kenal dengan ibu Mooryati Soedibyo? Namanya melambung seiring dengan popularitas produknya yaitu Musitka Ratu yang berupa jamu dan kosemtika tradisional berbagai jenis. Ibu kelahiran Solo, 5 Januari 1928 itu kini tercatat sebagai direktur utama empat perusahaan raksasa, padahal ia dulu merintis usahanya ini dari membuat jamu beras kencur.

Selain di bidang jamu, biografi Mooryati Soedibyo juga tercatat sebagai pemimpin perusahaan yang bergerak di bidang gedung perkantoran dan hotel berbintang. Ia juga pernah memimpin sebuah bank, yaitu bank Ratu, bank yang dibekukan operasionalnya pada tahun 2000.

Berawal dari kegemarannya minum jamu, cucu ucu Sri Susuhunan Pakoe Boewono X Keraton Surakarta ini memang sudah terbiasa mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan meramu jamu serta mengenal tumbuh-tumbuhan sejak masih kecil. Kebiasaannya yang suka minum jamu membuatnya melebarkan sayap ke usaha. Resep jamu keratin Surakarta yang awalnya diperuntukan untuk teman-teman akhirnya dipakai sebagai produk bisnis.

Hal ini terjadi pada tahun 1973. Dengan bermodalnya 25 ribu Rupiah, beliau merintis bisnis dengan meramu sendiri minuman beras kencur yang ia bikin di garasi rumahnya di Jakarta bersama dua orang pembantunya. Pengusaha sukses ini sengaja membuat beras kencur karena inilah jamu yang paling gampang. Sasaran pelanggannya saat itu adalah para teman arisannya. Selain itu ia juga menjajakan jamunya dari rumah ke rumah.

Untuk menjamin mutu, bahan baku jamunya ia beli dari Solo, Jawa Tengah. Ia harus bolak balik Jakarta Solo sekali seminggu dengan naik bis malam. Ia juga harus bawa uang kontan karena pada saat itu, para penjual bahan jamu belum mengenalnya sehingga tidak mengijinkannya membeli secara kredit. Dua tahun sesudahnya usahanya semakin maju dan pegawainya bertambah menjadi sepuluh orang dan produknya bertambah menjadi 6 macam. Ketika usahanya memasuki umur 5 tahun, pegawainya bertambah menjadi 50 orang dan produksinya mulai masuk ke salon-salon kecantikan.

Usaha yang berkembang membuat garasi rumahnya sudah tidak cukup lagi untuk menampung pegawai. Akhirnya pada tanggal 8 April 1987, ia memindahkan pabrik di Ciracas dan diresmikan langsung oleh Menteri Kesehatan kala itu, Soewardjono Soeryaningrat.

Kini produknya tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat setempat namun juga telah diterima luas di luar negeri seperti Jepang dan negara Timur Tengah. Beberapa hal yang melatarbelakangi suksesnya jamu buatan Mooryati adalah semenjak gaung Back to nature melanda seluruh dunia.

Sejak saat itu, jamunya semakin digemari. Negara sasaran ekspornya semakin berkembang, Rusia, Nederland, Jepang, Afrika Selatan, Timur Tengah , Malaysia dan Brunai. Produk andalannya juga tidak hanya jamu saja, namun berkembang ke kosmetik tradisional, bukan hanya untuk wanita namun juga balita, umum, super dan premium. Kini total produknya melebihi 800 items.

Biografi Mooryati Soedibyo ini juga diwarnai berbagai penghargaan. Pada tahun 1994, pengusaha sukses ini meraih menghargaan dari The Asian Institute Of Management (AIM) di Manila. Ia terpilih sebagai wanita pengusaha Asia yang berhasil menerapkan prinsip manajemen modern dalam bisnis.

Selain penghargaan diatas, berbagai penghargaan lain juga diraihnya, yaitu:
•    UPAKARTI dari Presiden Republik Indonesia diserahkan langsung oleh Bapak Soehartountuk Usaha Pelestarian Obat Tradisional Indonesia, 1989.
•    Penghargaan Satyalancana Pembangunan dari Bapak Presiden RI, melalui Menteri pendidikan dan
kebudayaan RI atas Jasa Pengabdian Pendidikan Luar Sekolah, 2 Mei 1993.
•    Penghargaan The Asian Marketing Management Philipina melalui Koordinator Perindustrian dan Perdagangan ke-I tanggal 4 Juni 1993 dan ke-II tanggal 24 September 1996
•    Penghargaan Sahwali Award tentang Kepedulian Lingkungan oleh Pusat Informasi dan Pengelola Lingkungan Indonesia (PIPLI) di Bali, 11 Nopember 1996.

Beberapa perusahaan yang pernah (dan sedang) ia kelola diantaranya adalah:
•    Direktur Utama PT Mustika Ratu
•    Direktur Utama PT Mustika Ratu Investama (Holding Company)
•    Direktur Utama PT Mustika Ratu Adji, Direktur Utama PT Mustika Ratu Centre
•    Direktur Utama PT Mustika Princess Hotel
•    Komisaris Bank Ratu.

Latar belakang pendidikan:
•    Universitas Saraswati Surakarta Jurusan Sastra Inggris (1954)
•    Universitas Terbuka Jurusan English for Business D III
•    Universitas Terbuka Program SI Jurusan Penterjemah (Translation)
•    Pacific Western University Los Angeles USA, DR.HC Honorus Causa, 1995.

Pada tahun 1990 ia pernah menyaksikan acara Miss Universe di Bangkok. Terinsprirasi dari ajang itu, akhirnya beliau membuat ajang serupa di tanah air yaitu Pemilihan Putri Indonesia. Setelah kontes kecantikan ini terselenggara, pengusaha sukses ini ingin wanita Indonesia tampil percaya diri di dunia, akhirnya ia mendirikan Yayasan Puteri Indonesia.

Kini Yayasan tersebut juga telah berhasil mengirim beberapa juara Puteri Indonesia ke Miss Universe, namun belum berhasil menyabet juara. Salah satu Puteri yang meraih prestasi di ajang tersebut adalah Artika Sari Devi, Puteri Indonesia 2004.



referensi: Valentino Dinsi, indonesia selebriti, googlw
poto : google
 
Toggle Footer
Top